Senin, 05 Desember 2011

Makalah tentang Bencana Alam

Penyebab Bencana Alam di Darat, di Laut, di Udara
Akhir akhir ini sering terjadi bencana alam yang melanda kota, desa dan kampung, merusak bangunan, harta benda bahkan meminta korban jiwa yang tidak sedikit. Tanah longsor, banjir bandang, sungai meluap, kebakaran hutan, kekeringan dan lain sebagainya. Jika diteliti ternyata semua bencana itu bersumber dari ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Di Darat
Penebangan pohon dihutan yang semena mena mengakibatkan hutan jadi gundul dan gersang. Ketika hujan turun tidak ada lagi pohon yang menahan air hujan. Dahulu semua air yang turun ditahan oleh pepohonan, kemudian meresap dan disimpan didalam tanah. Sekarang tidak ada lagi pepohonan yang menahan air hujan, air terus meluncur kesungai mengalir deras menuju laut. Sungai yang ada tidak mampu menampung luapan air , akibatnya terjadilah banjir di mana mana. Penebangan pohon dengan semena mena oleh segelintir orang telah menimbulkan kerusakan dan bencana berkepanjangan. Musim hujan terjadi banjir dimana mana. Musim panas terjadi kekeringan dan kesulitan mendapatkan air b
Contoh:
- Tanah longsor terjadi ketika stabilitas kemiringan perubahan dari stabil untuk kondisi yang tidak stabil. Suatu perubahan dalam stabilitas lereng dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, bertindak bersama-sama atau sendirian
- Gempa bumi disebabkan oleh pergeseran mendadak / gerakan dalam di bawah tanah di lempeng tektonik bumi. On the surface, we see this as the shaking of the ground, causing damage to poorly built structures. Di permukaan, kita melihat ini sebagai gemetar tanah, menyebabkan kerusakan pada struktur yang dibangun dengan buruk.
- Banjir terjadi air ketika meluap atau tanah inundates yang biasanya kering. Hal ini dapat terjadi dalam banyak cara. Paling umum adalah ketika aliran sungai atau overflow bank mereka.Hujan yang berlebihan, bendungan atau tangguembanjiri sungai dan mengirimkannya tersebar di tanah yang berdekatan, yang disebut dataran banjir yang. Pesisir banjir terjadi ketika badai besar atau tsunami menyebabkan gelombang laut ke daratan.
Di Laut
Dilautan juga terjadi kerusakan akibat ulah sebagian manusia, pencemaran laut oleh sampah dan minyak, pengrusakan terumbu karang, penangkapan ikan dengan rakus yang merusak bibit dan ikan yang masih kecil, telah menimbulkan kerusakan pula di lautan. Bukan tidak mungkin jika pencemaran ini terus berlanjut satu ketika akan sulit bagi kita mendapatkan ikan dari laut. Sebagian nelayan tradisional yang mencari ikan dengan alat sederhana sudah mulai merasakan dampak kerusakan ini. Pantai yang dahulu dipenuhi ikan kini sudah kosong. Mereka harus berlayar jauh ketengah laut untuk mendapatkan ikan. Bukan tidak mungkin satu ketika sebagian besar ikan dilaut juga akan musnah, sehingga sulit bagi manusia mendapatkan daging ikan sebagai sumber makanan.
Contoh:
- Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut.
- Terumbu karang, sama halnya menciptakan bencana bagi umat manusia di muka bumi, karena potensi sumber daya wilayah pesisir yang menjadi kebutuhan banyak orang akan hilang bersamaan dengan rusaknya terumbu karang tersebut.

Di Udara
Diudarapun terjadi kerusakan akibat ulah sebagian manusia. Pencemaran udara oleh berbagai alat teknologi seperti mobil, motor, pabrik, yang menghasilkan gas dan zat berbahaya juga telah merusak sistim lapisan ozon yang pada akhirnya menimbulkan pemanasan global. Kebakaran hutan menimbulkan kabut asap yang mengotori udara, manusia sulit bernafas. Akibat pemanasan global gunung es di kutub utara dan selatanpun mulai mencair, permukaan air laut di seluruh pantai didunia mulai naik.
Contoh:
- Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam. Di Indonesia dikenal dengan sebutan angin badai.
- Asap kendaraan di sebabkan oleh asap kendaraan yang mengandung unsur-unsur beracun yang terkandung asap kendaraan seperti karbon monoksida, karbon dioksida, partikulat, ozon, timbel, dan sulfur dioksida pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
KOMENTAR
- Semua kejadian ini telah diingatkan Allah melalui firman-Nya dalam surat Ar Rum ayat 41 Semua ini sebagai peringatan bagi manusia agar segera kembali kepada Allah dan berusaha memperbaiki perilaku buruk yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan tersebut Jika tidak niscaya Allah akan merasakan azab, yang kenyataannya telah dirasakan oleh sebagian dari kita. Memang sudah banyak organisasi didunia ini yang berusaha menyadarkan manusia tentang dampak kerusakan oleh ulah segelintir orang ini. Bahkan Negara besar diduniapun telah mulai memberikan perhatian untuk masalah ini. Selamat berjuang bagi rekan dan organisasi penyelamat lingkungan, mudah mudahan Allah mengampuni kita dan menurunkan rahmatnya pada kita semua.
- Pendapat saya bahwa semua faktor bencana berhubungan dengan tindakan manusia. Sebuah bencana tidak akan menjadi bencana yang mematikan/merusakkan bila sebelum bencana dilakukan tindakan-tindakan pencegahan atau antisipasi kemungkinan bencana. Mungkin sebagian orang masih berpendapat bahwa bencana alam tidak dapat diprediksi, karena hanya “Tuhan” yang tahu kapan suatu bencana alam akan terjadi.
Namun, para ahli dan mereka yang peduli dengan gejala alam tidak menyerah sampai di titik itu. Mereka percaya bahwa sebelum bencana yang lebih besar akan terjadi, selalu diawali gejala atau tanda bencana tersebut. Yang menjadi tantangan terbesar adalah bagaimana mendapatkan informasi atau gejala bencana itu secepatnya mungkin, lalu diinformasikan ke masyarakat untuk melakukan evakuasi dan sebagainya.

SOLUSI
Kita juga harus sadar dan harus berubah untuk tidak mengulanginya lagi, karena bencana alam itu sebenarnya di sebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai manusia kita harus saling menjaga atau melestarikan ciptaan Allah. Dengan cara tidak merusaknya dan mensyukuri apa yang sudah ada di muka bumi ini, sehingga bencana alam insyallah bisa di antisipasi. Mudah mudahan Allah mengampuni kita dan menurunkan rahmatnya pada kita semua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar